Bantuan Bedah Rumah di Muna Dituding Tidak Tepat Sasaran - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


16 January 2018

Bantuan Bedah Rumah di Muna Dituding Tidak Tepat Sasaran



RAHA, suarakpk.com - Guna membantu masyarakat kurang mampu di Muna, melalui Kementrian Pusat Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda) Muna mengadakan program bedah rumah.

Namun apa yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, inilah yang dirasakan oleh salah seorang warga penerima bantuan program bedah rumah kelurahan Watonea, kecamatan Katobu, kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Penerima bantuan yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengatakan, yang dia ketahui tentang dana anggaran bantuan bedah rumah tersebut tidak sesuai dengan apa yang diberikan.

"anggaran yang di tujukan tidak sesuai dengan bahan yang didapatkan oleh masyarakat, dari total anggaran 15 juta Rupiah, namun bahan yang saya peroleh hanya berkisar kurang lebih sekitar 10 jutaan," tuturnya saat ditemui Suarakpk.com di kediamannya, kemarin Minggu, (14/1/2018).

Tambahnya, dia tidak pernah dilibatkan dalam pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan untuk renovasi rumahnya. Dan sepengetahuannya dirinya tidak pernah mencairkan dana atau mentransfer dana untuk pembelian material tersebut. Tapi nyatanya dana bantuan bedah rumah Rp. 15 juta per Kepala Keluarga (KK) tersebut tersimpan di rekening Bank Pembangunan Daerah (BPD) atas namanya.

"rekening itu bukan saya yang pegang, tetapi dipegang sendiri oleh fasilitator yang bertugas untuk menyalurkan bahan yang akan saya peroleh. Kita hanya menerima saja bahan bangunan, Seharusnya pemilik rumah yang belanja, karena tentu diketahui bahan yang akan diperlukan. Program ini seolah tidak transparan," ungkapnya.


"saya pernah pertanyakan tentang RAB program tersebut karena saya ingin mencocokan dengan hasil perhitungan biaya yang telah saya peroleh namun pihak fasilitator menolak untuk menunjukannya," lanjutnya.

Terlebih lagi, dia mendapati bahwa salah seorang aparatur Sipil Negara (ASN) ikut dapat bantuan tersebut.

"program ini untuk keluarga yang tidak mampu, dan tidak masuk akal jika seorang Pegawai Negeri Sipil turut mendapatkan bantuan ini juga,"tandasnya.

Anehnya, sampai saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Muna belum menanggapi terkait persoalan ini.
(Randy)

No comments:

Post a Comment