Wonosobo : Diduga Pembangunan Desa Gumelar Wadaslintang Tidak Sesuai Peruntukkannya - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


15 December 2017

Wonosobo : Diduga Pembangunan Desa Gumelar Wadaslintang Tidak Sesuai Peruntukkannya


WONOSOBO, suarakpk.com - Pelaksanaan Pembangunan Desa Gumelar, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo yang semula untuk jenis rabat beton dengan panjang 185 meter dan lebar 3 meter di jalan poros kagungan, yang bersumber pembiayaan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2017 senilai Rp.80.000.000 diduga disalahgunakan oleh Kepala Desa Gumelar. Pasalnya anggaran yang semula diperuntukkan betonisasi, justru dialihkan untuk pembangunan betonisasi menuju masjid pojok pedukuhan sampai dengan depan Sekolah Dasar Negeri 1 Gumelar.
Sekretaris Desa Gumelar, Agus Handono saat dikonfirmasi di Kantor Desa mengakui adanya pengalihan pembangunan betonisasi yang semestinya untuk jalan poros kagungan ke jalan depan masjid hingga SDN 1 Gumelar.
"Iya mas, rencana pembangunan betonisasi di jalan poros kagungan, sesuai persetujuan Kepala Desa, Joko Saptoto, kami alihkan ke betonisasi jalan di depan Masjid hingga depan SDN 1 Gumelar." kata Agus kepada suarakpk.com kemarin kamis, (14/12).
Menurut Agus, pembangunan betonisasi tersebut telah lebih pendek panjangan dari rencana awal, namun agus enggan menjelaskan sisa anggaran dari Rp.80.000.000, dia meminta suarakpk.com untuk mengkonfirmasikan langsung ke Kepala Desa Gumelar.
Sekretaris Desa Gumelar, Agus Handono

"Betonisasi jalan ini memang lebih pendek dari yang telah direncanakan sesuai RAB awal, terkait sisanya silahkan langsung konfirmasi kepada pak Kades." jelas Agus.
Lebih lanjut, Agus menuturkan alasannya diperpendek dikarenakan warga sekitar tidak mau melakukan swadaya.
"kami pindahkan karena warga pedukuhan kagungan tidak mau melakukan swadaya masyarakat." jelasnya.
Terpisah salah satu tokoh masyatakat desa setempat mempertanyakan sisa anggaran yang semestinya dikemanakan oleh Kepala Desa Gumelar, selain itu dia juga mempertanyakan berita acara terkait pengalihan pembangunan betonisasi yang dibiayai dengan Dana Desa Tahun Anggaran 2017.
"bagaimana mungkin pembangunan betonisasi untuk jalan poros kagungan justru dialihkan yang tidak masuk rencana." kata tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya tadi siang jumat (15/12) di rumahnya.
Dirinya meminta penegak hukum wonosobo untuk lebih peduli dalam dugaan penyelewengan anggaran Dana Desa di Desa Gumelar yang menjadi pertanyaan warga masyarakat pedukuhan Kagungan, Desa Gumelar, Kecamatan Wadaslintang.
"kami harap penegak hukum di wonosobo bisa jemput bola menyelidiki dugaan penyimpangan anggaran di Desa Gumelar. Sebab banyak dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan Kepala Desa Gumelar." ujarnya dengan nada yang amat kesal seolah hukum di Wonosobo masih tebang pilih bahkan mandul.
Hingga berita ini diturunkan, suarakpk.com belum berhasil mengkonfirmasi Kepala Desa Gumelar, pasalnya seolah Kepala Desa menghindar dari media suarakpk.com.
Tim Investigasi suarakpk.com akan terus melakukan investigasi guna mengungkap informasi dugaan beberapa penyelewengan dana desa, alokasi dana desa hingga bantuan program lain yang lebih banyak merugikan masyarakat desa gumelar. (Tim Red

2 comments:

  1. Dari dulu segelintir warga bisanya cuma bikin laporan sana sini yg gk jelas
    sdr wartawan tlng cek n ricek info yg masuk
    jng asal tulis jgn adal dpt berita
    yg memberikan laporan apakah jauh lbh baik drpd kpl desa?????
    jgn2 ini untuk kpntingan pilkades 2018
    kl yg lapor itu Muthohar dan atau Tini Habib, tlng dicek dulu apakah mereka itu tulus atau modus

    ReplyDelete
  2. dalam hal ini penulis berita harus mengecek dengan pasti dan rinci atas permasalahan tsb. jangan sampai menjadikan ketidakstabilan suasana dalam masyarkat yang menyebabkan perpecahan. Berita yg bagus untuk menjadi perhatian masyarakat agar turut serta mengawasi aliran dana untuk kepentingan masyarakat umum. Tapi alangkah baiknya apabila sudah ada data lengkap dan keterangan dari pihak terkait, atau mungkin diterbitkan lagi berita lanjutan dengan data dan sumber2 yg lebih rinci agar masyarakat paham dan tidak salah pandangan.

    ReplyDelete