Warga Desa Kepoh Tidak Dianggap Pemerintah Blora - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


05 December 2017

Warga Desa Kepoh Tidak Dianggap Pemerintah Blora


BLORA, suarakpk.com - Infrastruktur yang utama dalam meningkatkan roda perekonomian adalah sarana transportasi, baik jalan maupun jembatan. Bila insfrastruktur tersebut dalam kondisi yang layak digunakan maka dapat dipastikan roda perekonomian di sekitar wilayah tersebut akan berjalan tidak terpaut jauh dengan daerah lain. Seperti yang dikeluhkan oleh warga Desa Kepoh, Kecamatan Jati, pada suarakpk.com, kemarin sabtu (2/12), dia menyayangkan dimana daerahnya masih termasuk daerah tertinggal, karena letak geografis yang berada di sekitar pinggir hutan jati.
Kepala Desa Kepoh, Sulawan saat di konfirmasi, mengatakan bahwa di wilayahnya terdiri dari 10 dukuh dengan jumlah penduduk 3.500 an, namun kondisi masyarakatnya sangat memprihatinkan apalagi jembatan penghubung antar dusun yang ada di desa ini kondisinya rusak parah.
"Papan jembatan sudah lapuk sehingga membahayakan pengguna jalan akibatnya masyarakat kesulitan bila keluar dari desa ini dan dampaknya yang paling dirasakan adalah roda ekonomi masyarakat tersendat" ujarnya.
Suwalan menyayangkan ketidak pedulian Pejabat Kabupaten Blora, mulai dari Wakil Rakyat (DPRD Blora), Dinas PU hingga Bupati terhadap kondisi rakyatnya di wilayah Desa Kepoh.

"Dengan kondisi geografis yang sering kali menjadi alasan pejabat Pemda Blora khususnya dari dinas PU dan PMD, jarang berjunjung ke Desa Kepoh, padahal desa desa yang ditengah hutan seperti, kepoh, gempol, banglean, tlogo tuwung, getas, mbodeh perlu perhatian pemda blora untuk menata inprastruktur yang ada dengan keterbatasan SMD prangkat yang ada." katanya.
Pantau suarakpk.com di lapangan, saat ini desa kepoh memang sedang bergotongroyong bersama warga desa menata inprastruktur jalan dan jembatan,
"kami sedang kerjakan bersama warga membangun jembatan, salah satunya jembatan yang berada di dukuh, ngamis dan dukud mbetek, ini merupakan jembatan jalan satu satunya penghubung dengan dukuh sekitarnya, perekonimian masyrarakat juga bergantung pada inprastruktur jalan dan jembatan yang ada, sering kali warga bergotong royong memperbaiki jembatan, sebab jembatan ini yang paling parah." pungkas Suwalan. (dwi)

No comments:

Post a Comment