Pemilik Pangkalan Dituding Arogan, Warga Miskin Mengeluh - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


09 December 2017

Pemilik Pangkalan Dituding Arogan, Warga Miskin Mengeluh

Lokasi pangkalan Dina terlihat pedagang eceran membawa tabung gas dengan menggunakan beca dan motor pada Kamis (7/12).

BATU BARA, suarakpk.com - Pemilik pangkalan bernama Dina yang beralamat jalan Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Pangkalan Dodek Baru Kecamatan Medang Deras Kabupaten Bara berlokasi di depan SD 010232 dinilai arogan.

Soalnya  pemilik pangkalan tersebut menjual tabung gas subsidi berukuran 3 kg kepada pedagang yang bertempat di desa lain.

Nuraini (33)  warga Kelurahan Pangkalan Dodek Kamis (07/12) mengatakan dirinya dan masyarakat lain tidak pernah dapat membeli gas subsidi itu karena pemilik pangkalan bernama Dina tidak menjual kepada masyarakat melainkan kepada pedagang yang ada didesa tetangga.

"Kami tidak pernah diberi gas, setiap kami mau membeli katanya (Dina-red) habis padahal baru aja masuk dan kami melihat setiap malamnya Dina menjual gas tersebut kepada pedagang eceran yang ada didesa Sidomulyo," katanya diaminkan Supida.

Pada hari yang sama, Badau (53) warga Kelurahan Pagurawan juga mengeluh karena Dina mencari kesempatan mencari keuntungan lebih, "Terpaksa juga ah aku beli walau harga Rp 20.000, kalau aku tidak mau dengan harga Rp 20.000, tak dapat lah," keluh Badau.

Warga lain yang tidak mau menyebutkan namanya  meminta kepada dinas terkait supaya menindak pemilik pangkalan, "Kalau bisa, tutup sajalah pangkalan itu, karena menyusahkan saja," pinta warga.

Pemilik pangkalan gas, Dina membantah kalau dirinya menjual gas kepada pedagang eceran lain desa, "Mana ada, abang tengoklah," bantahnya.

Dia juga menjelaskan dirinya mendapat pasokan gas dari PT Mustika tidak menentu dan harganya terpaksa dinaikkan karena pihak penyalur menaikkan harga, "Terkadang masuknya 90 dan terkadang 100 tabung," tandasnya. 

Tambah Dina, HET yang ditetapkan PT Mustika sebesar Rp 1.700 dan dirinya mengaku pihak penyalur tidak mengetahui harga yang dijual.

"Saya jual Rp 1.800, 00 namun pihak penyalur tidak mengetahui berapa saya jual, pandai pandai saya lah karena saya mengikut harga yang dijual pangkalan lain," Kata Dina.

Pantauan suarakpk.com, pemilik pangkalan  tidak mempunyai plang dan tidak banyak melayani warga. (Red. 006)

No comments:

Post a Comment