HUT Temanggung Ke-183 Diisi dengan Hokya - Hokya yang Memecahkan Rekor Dunia - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


25 November 2017

HUT Temanggung Ke-183 Diisi dengan Hokya - Hokya yang Memecahkan Rekor Dunia


TEMANGGUNG, suarakpk.com - Gemuruh suara hokya-hokya mewarnai gebyar sewu turonggo nyawiji ing dongo (seribu kuda bersatu dalam doa), yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Temanggung ke - 183.

Unsur kebudayaan tahun ini begitu ditonjolkan dalam beberapa rentetan acara yang diadakan oleh semua unsur pemerintahan juga masyarakat untuk peringatan hari jadi kabupaten ini. Seperti pada hari Sabtu (25/11) diadakan acara sewu turonggo umbul dongo yaitu berkumpulnya 1000 penari kuda kepang atau disebut juga kuda lumping dengan menari bersama di Lapangan Gondang Winangun, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Acara tersebut langsung dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu Ganjar Pranowo yang membuka serta ikut menari kuda lumping bersama. "Kesenian seperti inilah yang menjadikan tali silahturahmi menjadi kuat dan pemersatu semua lapisan masyarakat untuk itu perlu kita jaga dan melestarikan peinggalan nenek moyang ini," Tutur Gubernur dalam pidato sambutanya.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Temanggung, Drs. H. Mulyadi Bambang Sukarno beserta Wakil Bupati, Irawan Prasetyadi. S.Si, M.M.Par, jajaran pemerintahan, Kapolres dan Kodim Temanggung pun ikut dalam menyukseskan acara tersebut.

Terlihat kompak dan penuh keseriusan 1000 penari kuda lumping yang datang dari semua penjuru wilayah kabupaten dalam rangka menyajikan suguhan tarian yang menjadi cikal bakal ciri khas kuda lumping Temanggung ini.

Memecahkan rekor juga menjadi salah satu tujuan acara ini dan tidak lupa doa beserta harapan menjadi Temanggung yang lebih maju dan terhindar dari semua bencana adalah yang lebih utama diadakan acara tersebut.

Dalam acara ini juga dinobatkan Gubernur Jawa Tengah menjadi Bapak Jaran Kepang, oleh semua masyarakat anggota kesenian kuda lumping ini khususnya. "Acara seperti ini seharusnya diadakan setiap tahun agar generasi anak cucu kita mampu mengenal dan ikut melestarikan kesenian ini." Ujar Indah salah seorang penonton pertunjukkan.
"Satu hati satu rasa dalam nyawiji ing seni itulah yang menjadi begitu berwarnanya dan begitu kayanya kebudayaan yang kita miliki. Jadi alangkah indahnya kalau seperti ini tetap di uri-uri supaya tetap bertahan di perkembangan  jaman dan tidak lupa salam hokya-hokya buat kita semua". Ungkap salah satu ketua seni tari kuda lumping yang mengikuti acara. (Gus)

No comments:

Post a Comment