Jembatan Kalimanjing Makan Tumbal - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


02 October 2017

Jembatan Kalimanjing Makan Tumbal


MALANG, suarakpk.com – Misteri yang selama ini menyelimuti hilangnya Rudi warga Desa Simojayan Kecamatan Ampelgading akhirnya terkuak dengan cara diluar logika manusia. Seperti pemberitaan sebelumnya bahwa Rudi diduga bunuh diri melompat di jembatan Kalimanjing disebutkan bahwa pemuda ini sebelumnya sebelum menghilang di dalam status terakhirnya di Facebook berpamitan entah kepada siapa. “Selamat Tinggal Semuanya, itu adalah status terakhir Rudi sebelum menghilang,” ujar Kades pada  hari Rabu, (20/9).
Sebelum ditemukannya Rudi (18) yang diduga bunuh diri di Jembatan Kalimanjing, sekitar jembatan ini terasa sekali aura mistisnya. Berbeda jauh waktu sebelum pemuda tanggung ini lakukan tindakan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari jembatan yang berketinggian lebih dari 50 m ini. Setelah pencarian 15 hari lebih, pada Senin, (2/10) sekitar pukul 17.00 WIB pemuda ini ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. “Benar, setelah lebih dari 15 hari proses pencarian dari semua pihak untuk mencari keberadaan Rudi, baru hari ini kami tegaskan bahwa proses pencarian tidak perlu dilanjutkan karena yang bersangkutan sudah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” tegas Kapolsek Ampelgading.
Sedangkan Kades yang berada di sekitar kapolsek ini pun menimpalinya bahwa tidak hanya dari kepolisian yang mencari keberadaan Rudi, keluarga dan masyarakat sekitar membantu mencari hilangnya pemuda itu.
Berdasarkan penuturan beberapa warga bahwa selain pencarian  yang gunakan tindakan nyata dari pihak keluarga juga mencarinya lewat orang-orang yang memiliki kelebihan yang diberikan oleh Sang Pencipta di bidang supranatural hingga dilakukan doa bersama kepada Sang Khalik. Berpijak dari keterangan beberapa tokoh, ada yang menyatakan bahwa anak tersebut  sedang diminta oleh penghuni ghaib Jembatan Kalimanjing. “Bocah kui lagi dibutuhna sing due wot iki, suk ne wis rampung ko dibalekna  ra oleh dijaluk, nek ra ana ijole (Anak tersebut diminta kerjaannya untuk membantu kegiatan di jembatan itu oleh penguasa ghaib jembatan ini. Bila sudah selesai, dia akan dikembalikan dan tidak bisa diminta sekarang, boleh diminta asal ada penggantinya. Red.)” ucap salah tokoh supranatural.
“Goletna manuk Gagak, kui ijolane(Carikan burung Gagak, itu adalah penggantinya,” sambungnya. Setelah ditemukan burung tersebut, maka berikutnya adalah melakukan proses ritual. Beberapa saat setelah proses ritual selesai, akhirnya jenasah Rudi ditemukan di kedalaman 50 meter lebih. Hingga berita ini diunggah masih dalam proses evakuasi.
Hal kemistisan juga dialami oleh beberapa orang yang lewat pada waktu malam hari maupun jam-jam tanggung (waktu antara. Red) mengalami sesuatu yang diluar logika. “Ih… lupa kapan hari waktu lewat sini, pas sepi seolah-olah ada yang memanggil-manggil namaku,” ujarnya. “Ya, keponakanku juga alami apa yang dialami dia. Hingga sampai di rumahku saja keponakanku itu masih ngos-ngosan seperti dikejar-kejar sesuatu.” Sahutnya. Ketika hal tersebut ditanyakan ke tokoh masyarakat setempat. “ Ah, itu khayalan saja, buktinya sestiap saat aku lewat tidak melihat atau mendengar sesuatu yang mencurigakan.” Tegas tokoh ini.
“Rasa takut akan membuat sebuah ilusi yang diluar logika kita, ada daun yang bergerak seolah-olah melihat hal yang ga benar, dengar suara tiypan angin dikira ada suara-suara lain yang dikaitkan dengan mistis. Itulah pola piker para penakut. Apalagi di sekitar yang dirumorkan, ga benar itu !” Tandas tokoh ini. (Hanafi)

No comments:

Post a Comment