Diduga Kesalahan Medis, Asiami Meregang Nyawa - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


30 October 2017

Diduga Kesalahan Medis, Asiami Meregang Nyawa

Ilustrasi

BATU BARA, suarakpk.com - Nasib tragis menimpa almarhumah (Almh) Asiami (42) warga Dusun Medang Tengah Desa Medang Kecamatan Medang Deras Batu Bara Jum'at 27/10 dan meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga terutama bagi suami.

Betapa tidak, ibu dari 1 anak ini diduga korban dari keteledoran oknum dokter berinisial R,  SpOG  yang menangani operasi kehamilan Asiami, dan mengakibatkan pasien menghembuskan nafas terakhir disalah satu RSU  LMI yang ada dikabupaten Batu Bara.

Sementara, sebelum dibawa ke rumah sakit tersebut, korban dalam kondisi baik dan sehat.

Menurut keterangan suami korban, Juari (42) Minggu 29/10 di rumah duka, saat mengantar isteri dirinya ditemani beberapa keluarga dan sebelum dibawa ke RS LMI pada tanggal 25/10/2017 Asiami sudah melakukan pengecekan kehamilan di rumah sakit (RS) yang ada dikodya Tebing Tinggi dan pihak rumah Sakit menyatakan akan melahirkan pada Senin tanggal 13/11/2017 dengan cara operasi.

"Pada tanggal yang disebutkan diatas, isteri saya (Asiami-red)  sudah mengecek kehamilannya di rumah sakit Herna Tebing Tinggi dan pihak rumah sakit menyuruh kami datang pada tanggal (13/11) mendatang untuk mengoperasi kandungan istri, karena kata Dokter, saat itu (25/10) belum bisa dioperasi karena kandungannya masih muda," terang Juari menitikkan air mata.

Namun lanjut Juari, karena pada Jum'at, (27/10) keluar tanda-tanda akan melahirkan dan pihak keluarga segera membawa Asiami kesalah satu klinik yang ada di kecamatan Medang Deras dan pihak klinik menganjurkan kepada pihak keluarga supaya segera dibawa ke rumah sakit.

"Karena sudah mengeluarkan air ketuban maka saya membawa isteri ke klinik terdekat dan pihak klinik menyuruh kami segera membawa ke rumah sakit dan saat itu saya berencana hendak membawa isteri kerumah sakit Herna, tapi entah mengapa isteri saya meminta dibawa ke rumah sakit terdekat," kata Juari dengan mengusap air mata.

Karena permintaan dari isteri tercinta dan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pihak keluarga membawa Asiami ke RSU LMI dengan menggunakan mobil pribadi milik tetangga.

"Berkisar pukul 07.30 Wib dalam perjalanan, tiba tiba isteri saya meminta supaya dibawa ke rumah sakit terdekat dan saya bersama keluarga langsung membawanya ke RS LMI yang ada di Indrapura," ucapnya tersedu.

Masih dengan Juari, sesampainya di rumah sakit isterinya ditangani oleh Dokter R  SpOG bersama dengan perawat yang ada di RS itu dan pada pukul 08.30 Wib terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan operasi.

"Berkisar pukul 09.00 wib perawat memanggil  saya untuk melihat dan saya terus mengazankan anak saya itu," ujar Juari mengakhiri sembari menyuruh Winda ponakan dari isteri yang ikut mengantar ke RS tersebut untuk menceritakan kejadian yang menimpa isterinya.

Kemudian Winda (27) menjelaskan, pada hari naas itu, dirinya merasa ada kejanggalan yang terjadi karena setelah bayi lahir, tantenya Asiami tidak segera keluar dari ruangan operasi dan saat itu dirinya merasa curiga melihat gerak-gerik dari team medis rumah sakit itu sibuk tak menentu.

Merasa cemas, Winda  menanyakan kepada salah seorang perawat yang namanya tidak diketahuinya.
"Waktu itu janggal kali lah kutengok karena Dokter bersama perawatnya sibuk terus, kalau tak salah, berkisar pukul 12.30 wib saya tanya kepada perawat keadaan ibu saya dan perawatnya mengatakan sabar, sabar ya bu, itu aja," kata Winda terlihat kesal.

Berkisar pukul 01.00 Wib lanjut Winda, dirinya menanyakan lagi keperawat yang sama dan betapa terkejutnya dia ketika perawat mengatakan tantenya akan dirujuk ke rumah sakit lain.

"Ku tanya lagi dengan suster yang sama, tiba tiba suster itu mengatakan tante saya kritis dan akan dirujuk," ucapnya.

Namun pada saat itu, lanjut Winda dirinya bertanya kepada Dokter R, SpOg yang menangani operasi tantenya dan oknum dokter mengatakan tidak ada memerintahkan siapapun untuk merujuk pasien ke RS lain, "Saya tanya sama Dr R, katanya dia (Dr-red) tidak ada menyuruh siapa pun untuk merujuk pasien," ucap winda menirukan.

Masih dengan Winda, berkisar pukul 01.30 Wib Winda semakin curiga kalau terjadi sesuatu pada tantenya, karena dirinya melihat perawat tersebut menyuruh sopir ambulan merapat ke pintu rumah sakit, "Saya semakin curiga dengan keadaan ibu saya dan saat itu kata perawatnya ibu saya segera dirujuk guna mendapatkan perawatan diruang ICU," katanya.

Namun lanjut Winda, saat dirinya menanyakan kenapa ibunya tidak disegerakan untuk dibawa ke rumah sakit lain, perawat yang sama menjawab pihaknya sedang berusaha melobi rumah sakit yang ada di Kodya Tebing Tinggi, Deli Serdang hingga RS yang ada dikabupaten Asahan yang mempunyai ruang Icu.

"Saat saya tanya, perawat yang sama mengatakan RS yang ada ruang Icu semuanya penuh dan masa perawatnya menyuruh kami mencari RS tersebut," ujar Winda

Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga menghubungi keluarga lain yang ada ditebing tinggi dan mendapatkan RS yang dimaksud dan pihak keluarga memberitahukan kepada dokter yang menangani.

"Kami menghubungi keluarga yang ada ditebing tinggi dan mendapatkan RS yang ada ruangan Icu nya, dan kami meminta kepada Dokternya untuk masuk kedalam kamar operasi guna membantu mengangkat pasien, namun kami dihalangi masuk dan kata Dokter, untuk apa masuk, ooo untuk melafalkan ayat," ujar Winda menirukan.

Yang lebih janggalnya lagi tambah Winda kenapa setelah mendapatkan RS tiba tiba Dr R mengatakan ibu nya telah tiada, "Sekitar Pukul 2 lebih,kami kasi tau sama Dokter R bahwa RS yang ada ruangan Icu sudah kami dapatkan dan ketika itu pula tiba tiba dia (Dr R-red) mengatakan ibu saya meninggal," tambah Winda mengakhiri dengan nada curiga.

Menurut keluarga lain yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, kematian Winda dikarena pendarahan pada kantong kemih, "Saat itu kami mendengar, kantong kemih korban tersayat oleh Dokter yang menangani dan mengakibatkan pendarahan," kata keluarga korban.

Pantauan suarakpk jenazah almarhumah dikebumikan Sabtu, (28/10) di pemakaman umum Desa Medang Kecamatan Medang Deras Batu Bara.

Hingga berita ini diunggah pihak rumah sakit dan IDI belum dapat dikonfirmasi. ( HRS/IR. Red. 006)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad