Diduga Bantuan untuk Kelompok Tani Suka Maju Dikorupsi oleh Kades atau Mantri Pertanian - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


26 October 2017

Diduga Bantuan untuk Kelompok Tani Suka Maju Dikorupsi oleh Kades atau Mantri Pertanian

Lokasi dap parit yang diduga 
penggunaan anggarannya tidak transparan

MALANG, suarakpk.com - Berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Salah satu upaya tersebut, melalui Dinas Pertanian beberapa kelompok tani mendapatkan bantuan dap parit. Di Kabupaten Malang, kelompok tersebut adalah Kelompok Tani Suka Maju yang berada di Desa Taman Asri Kecamatan Ampel Gading. Seharusnya dalam setiap bantuan yang diberikan oleh Pemerintah dalam pengelolaan penggunaan anggaran diperlukan sebuah transparansi, namun bantuan yang didapat oleh kelompok ini tidaklah demikian.

Beberapa anggota kelompok tani ini membeberkan pada Kamis (26/10), bahwa kelompok mereka baru saja menerima bantuan dap parit, namun mereka tidak tahu menahu tentang keuangan dan penggunaannya. "Mantri pertanian desa Taman Asri, pak Tulus disaat memberikan keterangan pada kelompok tani kita, berpesan bahwa sebaiknya proyek pengerjaan dap parit biar dikerjakan oleh desa," ungkapnya. "Pekerjaan tersebut selanjutnya diserahkan ke Kepala Desa ini yaitu Joko Widodo," sambungnya.
Anehnya, ujar salah satu pengurus Suka Maju ini, "Kita tidak diberitahu nominal dana yang diterima oleh kelompok dan pembelanjaan dana tersebut tidak jelas masih sisa atau masih kurang," katanya dengan wajah penuh tanya. Perlu diketahui bersama bahwa Kelompok Tani Suka Maju pada pengerjaan proyek tersebut diberi fee sebesar Rp. 3.000.000, 00 dari Tulus ataupun Kadesnya.

Waktu dikonfirmasi, Tulus menyatakan bahwa nominal bantuan yang telah diterima oleh kelompok tersebut jumlahnya tidak ingat sama sekali. "Nanti saya kabari setelah berkas-berkasnya ketemu. Saat sekarang saya benar-benar lupa berapa yang kita terima untuk pembuatan dap parit tersebut," jelasnya.

Sedangkan Kades Taman Asri hingga berita ini diunggah belum dapat dikonfirmasi. (Tim)

No comments:

Post a Comment