Berharap Masuk Ke Universitas Brawijaya, Malah Jadi Korban Penipuan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


24 October 2017

Berharap Masuk Ke Universitas Brawijaya, Malah Jadi Korban Penipuan

.
Kota Malang, suarakpk.com - Dugaan kejahatan penipuan di dunia pendidikan sedikit demi sedikit mulai terkuak dipermukaan masyarakat. Seperti yang terjadi di kota malang, karena ingin  anaknya kuliah di fakultas kedokteran universitas negeri yang ada di kota malang akhirnya Purwono jadi korban penipuan oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab. Purwono dijanjikan IM, warga kecamatan lowokwaru bisa memasukkan anaknya purwono ke fakultas kedokteran di UB (universitas brawijaya). IM mengaku punya orang dalam UB yang bisa membantu dalam penerimaan mahasiswa baru di fakultas kedokteran. Dalam membantu, tentu bukan gratis, IM meminta imbalan yang jumlahnya tidak sedikit.
Menurut keterangan Purwono, dirinya diminta menyerahkan sejumlah uang senilai ratusan juta rupiah, demi cita-cita anaknya menjadi dokter terwujud dan dirinya menyanggupinya, namun ternyata tidak seperti yang diharapkan, setelah persyaratan dan uang muka total sebesar Rp.100.000.000 diserahkan dua kali kepada IM, ternyata anak Purwono tidak diterima di fakultas kedokteran UB Kota Malang.
"dalam perjanjian yang dibuat pada tanggal 24 april 2017, apabila anak saya tidak diterima di fakultas kedokteran UB, uang yang sudah diterima oleh  IM akan dikembalikan semua." kata Purwono kepada suarakpk.com kemarin minggu (22/10).
Purwono menjelaskan bahwa dirinya menanyakan kepada IM, namun IM selalu berkelit dan hanya berjanji saja.
"saya sering menanyakan langsung kepada IM, tapi dia selalu menghindar dan hanya berjanji saja tanpa ada kenyataannya yang jelas." ungkap Purwono dengan nada kesal sambil menunjukkan selembar kertas yang memuat perjanjian.
Terpisah, saat dikonfirmasi, IM mengaku bekerjasama degan orang dalam (karyawan UB) berinisial Rb  yang bisa membantu memasukkan anak Purwono di fakultas kedokteran UB. kenyataanya anak dari Purwono tidak diterima di fakultas kedokteran UB.
"iya memang semua persyaratan dan biayanya saya serahkan kepada Rb yang bekerja di UB, awalnya Rb berjanji kepada saya bisa membantu memasukkan anak Pak Purwono di fakultas kedokteran, namun sejak bulan april 2017 lalu, hingga sekarang, tidak diterima, saya sempat meminta uang itu kepada Rb, namun hanya dijanjikan saja." kata IM saat ditemui suarakpk.com di rumahnya kemarin senin (23/10).

IM mengungkapkan hingga sekarang Rb sulit ditemui, seakan Rb menghilang ditelan bumi.
"saya sudah berusaha menemui Rb berkali-kali, namun hingga sekarang Rb susah ditemui dan menghilang entah kemana." ungkap IM.
Sementara saat suarakpk.com mengkonfirmasikan kejadian tersebut kepada rektorat  UB, suarakpk.com diterima Murtini salah satu humas di rektorat UB, namun Murtini enggan memberikan komentar, pasalnya menurut Murtini yang berhak menjawab Pimpinanya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Humas UB, Kotok Guritno, mengarahkan wartawan suarakpk kepada Bagian Hukum UB, DR Prija Jatmiko SH.MS.
Mendengar kejadian dugaan penipuan, Prija jatmiko mewakili UB merasa sangat geram dengan penipuan mengatasnamakan orang dalam UB dan menjanjikan bisa memasukkan mahasiswa dan mahasiswi baru di UB.
Prija menegaskan agar para korban melaporkan kepada kepolisian dan pihak UB siap mendukung dan menjadi saksi apabila dibutuhkan oleh pihak kepolisian, sebab yang dilakukan itu adalah penipuan murni. Dan tidak pernah pihak UB melakukan jual beli bangku untuk mahasiswa/mahasiswi baru di fakultas-fakultas yang ada di UB.
"kami sangat menyesalkan kejadian yang menimpa warga masyarakat karena tertipu oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan UB, dan kami menyarankan agar korban bisa segera melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian, dan kamipun selalu siap membantu untuk memberikan kesaksian apabila kami dibutuhkan, sebab kami di UB ini tidak pernah memperjualbelikan bangku kuliah sedikitpun, semua murni melalui proses seleksi sesuai fakultasnya masing-masing." tegas Prija kepada suarakpk kemarin senin (23/10). (Gus mul)

No comments:

Post a Comment