SDN 03 Jedong Kabupaten Malang Rawan Ambruk - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


12 September 2017

SDN 03 Jedong Kabupaten Malang Rawan Ambruk


MALANG, suarakpk.com - Keberhasilan dunia pendidikan banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah tersedianya bangunan yang nyaman dan aman bagi civitas sekolah. Namun hal ini tidak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Salah satunya adalah SDN 03 Jedong Kecamatan Wagir, sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar mengajar yang aman dan nyaman bagi warga sekolah malah kondisinya sangat memprihatinkan dan diperkirakan tidak beberapa lama dikuatirkan taludnya  akan longsor. Apalagi kondisi geografis desa ini berbukit dan letak sekolah ini berada lereng dan di bawahnya terdapat pemukiman penduduk.


"Kami selalu waswas mas, melihat kondisi sekolah kondisinya sudah mau ambruk, yang kami kuatirkan adalah anak-anak kami. Gimana bila pada waktu mereka di kelas tiba-tiba terjadi musibah longsornya talud yang akan membawa bangunan di sampingnya ?" Keluh warga yang rumahnya di sekitar sekolah. "Selain itu kami juga kuatir longsornya talut sekolah akan menimpa rumah kami yang ada di bawah SD, apalagi di musim penghujan rasa itu makin besar," lanjutnya.
"Mengapa Dinas Pendidikan tutup mata tentang keadaan sekolah ini ?" Sahut warga lain.
Waktu dikonfirmasi ke pihak sekolah. Salah satu tenaga pengajar membenarkan tentang kondisi tempat belajar 140 siswa ini. "Benar mas, silahkan dicek sendiri kondisi talud tanahnya yang sudah mengkuatirkan akan menjadi musibah besar bila tidak segera disikapi !" Jelas Rohman, S.Pd. Hal ini ditegaskan pula Ida Yusni Ningsih. "Bila musim penghujan, kami yang diberi amanah pemerintah untuk mengajar di sekolah sangat cemas bila talud tersebut ambrol yang akan menyeret bangunan kelas di sampingnya. Apalagi hujannya di waktu kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung," tegas guru kelas 1 ini.
Pada kesempatan lain, Kades Jedong menyatakan bahwa kepala desa dan kepala sekolah sudah beberapa kali mengajukan proposal ke dinas terkait, namun hingga berita ini diunggah masih tidak ada tanggapan. "Wah ! sudah tak terhitung kita mengajukan proposal pembangunan senderan untuk mencegah terjadinya musibah yang tidak diinginkan, tetapi seolah-olah dinas terkait tutup mata dan tidak ada tindak lanjutnya, " Ungkap Sumariyadi. (Sunarto)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad