Lamongan : Diduga Kades Pajang, Sukodadi Tidak Transparan Menggunakan Dana Desa 2017 - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


03 August 2017

Lamongan : Diduga Kades Pajang, Sukodadi Tidak Transparan Menggunakan Dana Desa 2017

Lamongan, suarakpk.com – Dugaan adanya ketidak transparanan penggunaan dana desa 2017 untuk proyek pembangunan Desa Pajangan, Kec.Sukodadi, Kabupaten Lamongan terus dipertanyakan warga masyarakat setempat.
Warga mempertanyakan terkait tidak adanya papan pemberitahuan tentang adanya pengerjaan proyek di wilayahnya, menurut mereka papan nama tersebut untuk memberikan kejelasan tentang proyek apa dan berapa dana yang digunakan.
Salah satu warga yang ditemui suarakpk mengatakan “semestinya sebuah proyek pemerintah dipasang papan pemberitahuan tentang Rencana Anggaran Biaya (RAB).”
Dikabarkan, anggota pemerintahan atau BPD tidak satupun yang memiliki atau setidak tidaknya mengetahui RAB tersebut keluh warga kepada suarakpk.
“Proyek Dana Desa yang seharusnya diketahui rinciannya oleh anggota pemerintahan atau BPD hanya dipegang oleh Kades, Muhid Rais dan TimLak, salamun. Semestinya anggaran tersebut harus setransparan mengetahuinya secara jelas.”kata warga belum berapa lama ini.
Pantauan di lapangan, bahwa pekerjaan proyek Desa Pajangan mengerjakan pekerjaan proyek di sembilan titik. Namun kenyataan di lapangan, didapati baru empat titik yang dikerjakan. Diantaranya dua drainase, satu gorong-gorong dan satu peninggian jalan (jalanpedel).
Sementara saat Kepala Desa Pajangan, Muhid Rais, dikonfirmasi suarakpk, Kepala Desa enggan menemui dan justru selalu menghindar dari media. Tim pun berusaha mendatangi rumah Kepala Desa Pajang, namun Muhid Rais selalu tak ada dirumah. Saat suarakpk mencoba mengkonfirmasi melalui telepon, Kepala Desa pun tak pernah mengangkatnya. Tim suarakpk hanya ditemui oleh anaknya saja, “ bapak lagi keluar.” Kata anak Muhid kepada suarakpk.
Tak berhenti kepada Kepala Desa, Tim suarakpk mencoba mengkonfirmasi kepada Tim Pelaksanaan Proyek, tim mendatangi kediaman Salamun kemarin minggu (30/7/17), namun tetap saja tidak bisa bertemu, pasalnya menurut salah satu keluarga mengatakan bahwa Salamun sering pergi dan tak ada dirumah.
Kembali tim suarakpk hanya diterima oleh anaknya salamun .
Ketika anaknya ditanya "Bapakkemana?"
Anak Salamun mengatakan bahwa Bapak Salamun sedang ada di Surabaya.
Saat tim suarakpk menanyakan mengenai RAB Dana Desa tiba-tiba putri Salamun mencarikan RAB 2017 yang dimaksud.
Tim suarakpk mencoba minta difotokopi RAB 2017 Desa Pajang, sang anakpun tidak berani.
Saat tim suarakpk mencoba menghubungi Salamun melalui telepon, terdengar, langsung marah-marah pada suarakpk, pasalnya, suarakpk sudah meminta anaknya untuk menunjukkan RAB tersebut.
Entah dasarnya apa terus ditutupi oleh Kepala Desa maupun Tim Pelaksana, sampai media dan masyarakat tidak diperbolehkan untuk mengetahui RAB Dana Desa (DD).
Sementara diberitakan, bahwa penggunaan Dana Desa (DD) dalam pelaksanaan pekerjaannya harus transparan.
Sebelumnya, juga ada penggunaan Anggaran dana desa (DD) untuk membangun drainase pada tahun 2016, namun disayangkan, pengerjaan drainase juga tuding tidak sesuai dengan RAB.
Setahun yang lalu, pada 2016 tim media SUARAKPK sudah menemui kejanggalan pada pengerjaan drainase. Pada waktu itu, masyarakat terus mengeluh dengan drainase yang tidak sesuai yang diinginkan pasalnya warga berharap dengan pembangunan drainase tersebut air tidak menggenangi halaman rumah warga saat hujan.
Menurut warga yang enggan disebut namanya, bahwa drainase lebih tinggi dari halaman rumah warga. Sementara menurut dia Desa pajangan Rawan banjir.
Dirinya menuturkan "Setiap musim hujan air meluap ke halaman milik masyarakat, tidak mengalir ke drainase.pasalnya drainase lebih tinggi dari pada halaman milik
masyarakat."(asnan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad